#jquery-overlay { height: 500px; left: 0; position: absolute; top: 0; width: 100%; z-index: 90; } #jquery-lightbox { left: 0; line-height: 0; position: fixed; text-align: center; top: 7% !important; width: 100%; z-index: 100; } #jquery-lightbox a, #jquery-lightbox a:hover { border: none; } #jquery-lightbox a img { border: none; } #lightbox-container-image-box { background-color: #000; border-radius: 8px 8px 0 0; margin: 0 auto; max-height: 560px; max-width: 960px; position: relative; } #lightbox-container-image { padding: 10px; } img#lightbox-image { max-height: 540px; max-width: 940px; } #lightbox-loading { height: 25%; left: 0; line-height: 0; position: absolute; text-align: center; top: 40%; width: 100%; } #lightbox-nav { height: 100%; left: 0; position: absolute; top: 0; width: 100%; z-index: 10; } #lightbox-container-image-box > #lightbox-nav { left: 0; } #lightbox-nav a { outline: none; } #lightbox-nav-btnPrev, #lightbox-nav-btnNext { display: block; height: 98% !important; width: 49%; } #lightbox-nav-btnPrev { float: left; left: 10%; } #lightbox-nav-btnNext { float: right; right: 10%; } #lightbox-container-image-data-box { background-color: #000; border-radius: 0 0 8px 8px; font: 10px Verdana, Helvetica, sans-serif; line-height: 1.4em; margin: 0 auto; max-width: 940px; overflow: auto; padding: 0 10px; } #lightbox-container-image-data { color: #fff; padding: 0 10px; } #lightbox-container-image-data #lightbox-image-details { float: left; text-align: left; width: 70%; } #lightbox-image-details-caption { font-weight: 700; } #lightbox-image-details-currentNumber { clear: left; display: inline-block; padding-bottom: 1em; } #lightbox-secNav-btnClose { float: right; padding-bottom: .7em; width: 66px; }

Rabu, 01 Januari 2014

Ramadhan

Dalam lantunan Asma-Mu dilukiskan limpahan rahmat pada stiap hembusan nafas kami.
Mengantar pada pintu-pintu Al-jannah mu
Mengiringi setiap detik yang berharga
Mengisyaratkan agar malam-nya tetap terjaga
Siangnya jangan disia-siakan
Dalam lantunan Asma-Mu, di beritakan
Qiyamullail Mu suatu kemuliaan
Lafal do’a mu di ijabahkan
Sahur mu adalah keberkahan
Biarkan keikhlasan bersamaku pada setiap detik nafasku.
Merasakan penderitaan mereka, para fakir dan miskin
Menahan lapar dan haus
Ramadhan yang penuh berkah
Seringkali Tanya menyergap,adakah kita masih akan bersua ?
Aku, aku terlalu takut jika kelak aku tak lagi jumpa denganmu wahai Ramadhan
Bertafakkur ku di ujung sunset senja
Menunggu lantunan adzan magrib menggema dan hampir tiba
Terasa dekat antara Sang Khalik dengan sang Ummat
Ramadhan yang mulia mengantarkan kami pada kemenangan dihari yang fitri




            

Rest Area Marina Beach

  

Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu dari 23 kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini membentang dari arah barat ke timur dengan lokasi di sepanjang pesisir pantai. Jarak dari kota Makassar sekitar 125 KM  dan dapat di tempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Perjalanan menuju kota ini memakan waktu sekitar 2 atau 2,5 jam.
Bantaeng sendiri, dari arah barat, berbatasan langsung dengan kabupaten Jeneponto. Dari arah timur, berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba. Dari arah utara, berbatasan dengan Kabupaten Gowa, sedangkan dari selatan, berbatasan dengan Laut Flores.
Pesona objek wisata Bantaeng seakan tidak pernah ada habisnya. Selain wisata budaya, Bantaeng juga memiliki wisata alam yang menyajikan pemandangan yang begitu indah. Tidak hanya itu, kabupaten yang bergelar Butta Toa ini juga memiliki wisata Pantai yang tidak kalah menariknya dengan daerah lain. Salah satu diantaranya adalah Pantai Marina Korong Batu yang terletak di sebelah timur kota Bantaeng, tepatnya  di Desa Baruga kecamatan Pa'jukukang. Kira-kira waktu yang di butuhkan untuk sampai di pantai ini sekitar 30 menit , dengan jarak tempuh sekitar 18 KM dari kota Butta Toa, melewati jalan poros Bantaeng kearah kabupaten Bulukumba. Infrastuktur jalan yang sudah di perbaiki, memudahkan perjalanan. Tidak sulit untuk mencapai daerah tersebut. Dengan mengendarai sepeda motor atau mobil, bakalan dinikmati pemandangan laut nan indah disepanjang perjalanan, ditambah lagi aktivitas para nelayan yang sibuk membentangkan jalanya untuk menangkap sang ikan yang sebentar lagi akan menggelepar lapar. Pantai ini terletak tidak jauh dari jalan raya.
Dengan keindahan pantainya, pantai Marina layak untuk di kunjungi oleh para wisatawan domestic maupun mancanegara. Dua tahun yang lalu, pantai yang seluas 25 hektar ini masih di tumbuhi ilalang. Namun siapa yang menyangka, pantai ini  dapat di sulap menjadi pantai yang memiliki miracle dengan keindahan panoramanya dari sudut mana pun mata memandang bahkan mampu membius para pengunjungnya.
Di tempat ini pula, anda akan mendengarkan lantunan nyanyian ombak  Laut Flores disetiap hempasan yang tercipta secara perlahan dan lembut bak jemari seorang perempuan Butta toa, menggulingkan pasir-pasir yang putih dan menjadikannya warna tersendiri. Disebelah kirinya, anda akan menemukan sungai yang ditumbuhi pohon Magrove dan pohon Nipa laksana barisan berjejer dengan rapi. Di depan pantai ini, terdapat delta yang didiami oleh para Nelayan-nelayan tangguh Korong Batu. Pasirnya yang putih dan indah bak di payungi langit nan biru dan awan yang meneduhkan palung jiwa.
Namun menurut cerita rakyat setempat lokasi ini dulunya adalah tempat bersantainya orang-orang Belanda yang menjajah Nusantara. Dahulu, nama pantai ini adalah Pantai Korong Batu. Akan tetapi, karena Bapak Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah, terinspirasi dari sebuah pantai yang ada di Jakarta, beliau pun mengubah nama pantai tersebut menjadi Pantai Marina. Sebelum direnovasi dilokasi ini masih terdapat bangunan-bangunan bekas belanda dan ilalang yang berdiri kokoh mengikuti lambaian tangan angin yang berhembus sepoi-sepoi. Namun sekarang, semua telah berubah, bahkan 360 ͦ  dari sebelumnya. Semua orang akan berdecat kagum ketika melihat pantai yang berjuluk Marina ini.
Sama halnya dengan para pengunjung lain. Pertama kali saya menginjakkkan kaki di pantai ini, saya tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Woooww, amazing. Sungguh anugerah sang Khalik yang patut untuk di syukuri terutama masyarakat Bantaeng. Untuk dapat menikmati keindahan pantai ini, pengunjung di bebankan biaya retribusi sebesar  Rp. 3000/orang untuk orang dewasa dan untuk anak-anak Rp.2000/0rang. Anda juga tidak perlu khawatir dengan keamanan kendaraan anda. Dengan uang Rp. 1000 dan Rp. 2000, motor dan mobil anda dijamin aman. cukup murah bukan?
Meski baru empat minggu di resmikan, akan tetapi pengunjungnya dari hari ke hari makin menjamur, bukan hanya dari Bantaeng, tetapi ada juga dari Kabupaten lain. Mereka datang bersama keluarga atau pun pasangan mereka untuk melepas rasa penat setelah sepekan menguras tenaga dan fikiran.
Area disekitarnya di tata sedemikian rupa. Sehingga, terbentuklah sebuah taman  yang mengintari setiap sudut yang ada di pantai ini yang bisa digunakan pengunjung untuk melepas rasa penat mereka sambil menikmati teh poci atau es buah maupun jajanan lainnya yang disediakan para pedangang kaki lima disekitarnya.
Bagi para pengunjung yang menginginkan cendera mata, tidak perlu khawatir. Karena disekitar pantai ini juga terdapat pasar Tradisional Modern yang akan menyuguhi anda buah tangan makanan tradisional dan aneka pernak-pernik khas Kabupaten Bantaeng.
Pasirnya yang putih, menjadi daya tarik tersendiri. Selain menikmati angin yang bertiup dari arah laut Flores, desiran ombak di sekitarnya mampu menjernihkan relung hati yang sebelumnya amat galau.  Apalagi di pantai ini telah dilengkapi permainan Banana boot. Cukup dengan uang Rp. 10.000 kita sudah bisa menikmati wahana ini dan melihat keindahan pantai Marina dari arah selatan. Menurut salah satu pengelola pantai ini, wahana banana boot baru di sediakan pada 1 maret 2012. Rencananya, pemerintah daerah kabupaten Bantaeng akan menambah wahana lain seiring dengan banyaknya pengunjung yang mulai berdatangan.Pantai ini juga sudah di lengkapi berbagai pasilitas dan sarana wisata seperti kamar ganti yang sudah dilengkapi dengan showers dan pemanas air, sehingga tidak perlu khawatir akan  kedinginan. Selain kamar ganti ada juga fasilitas olah raga yaitu volley pantai. Biasanya, lapangan volley ini akan ramai pada waktu sore hari. Selain itu, fasilitas olahraga lainnya yang dalam waktu dekat akan segera dibangun yaitu lapangan Tenis.
          Pantai marina terus melakukan pembenahan, dan tidak lama lagi akan dibangun cottage, villa, cafe atau resto, kolam renang dan hotel, agar para wisatawan semakin betah dan selalu ingin berkunjung kembali.
"Datang maki ke Butta Toa Bantaeng, karena sudah banyak sekalimi perubahan, apalagi di Pantai Marina Korong Batu. Mantap memang tong taaauuuwwa, yakinka selaluki mau kesini" ujar  Alam salah seorang pengunjung yang saya temui dilokasi wisata ini. 
So, penasarankan dengan Pantai Marina? tunggu apa lagi, ambil motor atau mobil kalian goes to kota yang bergelar Butta Toa ini. Di jamin tidak bakalan menyesal dechhhhhhhhhh.


coretan galau

    galau dan galau.,