LAPORAN PENELITIAN MANAJEMEN
PEMASARAN
DAN MANAJEMEN KEUANGAN
DISUSUN OLEH:
NURHIKMAH DARMAYANTI
1292042010
PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Konsep marketing merupakan hal yang sangat penting dalam
menjalankan sebuah usaha. Baik peluang usaha yang baru dirintis maupun peluang
usaha yang telah berkembang sekalipun. Semuanya membutuhkan konsep marketing.
Berbicara mengenai konsep marketing, maka sesungguhnya kita sedang membicarakan
mengenai strategi pemasaran produk yang akan kita jual.
Hal itu pulalah yang
dihadapi oleh usaha kecil ataupun menengah yang saat ini mulai banyak bermunculan. Merencanakan strategi
pemasaran yang tepat untuk menarik minat konsumen pada usaha kecil dan menengah
masih sangatlah sulit. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan
usaha kecil dan menengah tentunya dengan fokus pada strategi pemasaran.
Dengan terbatasnya
anggaran marketing yang dimiliki usaha kecil, bukan berarti menjadikan usaha
kecil kalah dengan usaha skala besar. Untuk itu kita harus lebih kreatif dengan
anggaran biaya yang minim untuk menghasilkan strategi pemasaran yang tepat. Selain itu, kita juga harus mengetahui dan
melihat bagaimana perencanaan aktivanya. Perencanaan aktiva
meliputi kebutuhan kas selama periode berproduksi dan jenis aktiva tetap yang
diperlukan untuk menunjang kegiatan berproduksi tersebut. Pedoman dalam
menentukan aktiva yang diperlukan untuk kegiatan usaha adalah: 1) Jenis
kegiatan utama dari usaha kecil, 2) Jenis produk yang akan diproduksi industri
kecil dan 3) Jenis pelayanan keseluruhan dari usaha kecil.
Dewasa ini, penggerak utama kondisi perekonomian negara adalah
dari sektor UMKM. Semakin banyaknya sektor-sektor industri di Indonesia maka
semakin menuntut suatu perusahaan untuk lebih memperhatikan kondisi
perusahaannya dan tanggap akan perubahan-perubahan yang terjadi diluar sana. CV.
Salemo Jaya merupakan salah satu unit usaha
yang bergerak di bidang pengolahan kepiting. Usaha ini didirikan oleh Bapak H.
Arsyad sejak tahun 1993. Usaha ini terletak di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang,
Kabupaten Pangkep. Dengan adanya usaha ini, dapat mengurangi angka pengangguran
di Indonesia, khususnya disekitar Pulau Salemo, mengingat kesadaran penduduk
sekitar masih minim akan pentingnya pendidikan. Akan tetapi, pada CV. Salemo
Jaya tidak melakukan pemasaran sehingga perusahaan ini tidak memerlukan
strategi pemasaran, mereka hanya sampai pada tahap pengemasan. Pemasaran
sepenuhnya dilakukan oleh PT. OCS. Untuk itu, kami hanya akan membahas lebih
jauh mengenai struktur aktiva CV. Salemo Jaya yang akan di bahas pada
selanjutnya.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah
bagaimanakah struktur aktiva pada CV. Salemo Jaya?
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari pelaksanaan praktek lapang ini
adalah untuk menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan mahasiswa dibidang
pengolahan hasil kepiting. Sedangkan tujuan khususnya adalah:
1. Sebagai tugas mata kuliah
manajemen pemasaran dan keuangan.
2. Mengetahui bagaimana
proses pengolahan kepiting dan pengemasannya pada CV Salemo Jaya.
3. Mengetahui strategi
pemasaran dan struktur aktiva pada CV. Salemo Jaya.
4. Menambah wawasan dan
pengetahuan mahasiswa dibidang pengolahan, pengemasan khususnya daging kepiting atau
rajungan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
STRATEGI PEMASARAN
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan
pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya,
untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Sedangkan dilihat dari asal usul kata
(etymology kata “marketing” berasal dari “market” yang berarti pasar, sehingga
dalam kehidupan sehari-hari istilah marketing sering disamakan dengan
pemasaran.
Philip Kotler dalam bukunya “Dasar-Dasar Pemasaran”
memberikan definisi pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
Menurut W. Y. Stanton pemasaran adalah sesuatu yang
meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan
menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan
jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial. Berdasarkan
definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan
oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :
- Konsumen potensial mengetahui secara
detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua
permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
- Perusahaan dapat menjelaskan secara
detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan
pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai
produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi
kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen
secara cepat.
- Mengenal dan memahami konsumen sedemikian
rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa
kegiatan bisnis. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk
pemasaran : Dari sudut pandang penjual :
1.
Tempat yang strategis (place),
2.
Produk yang bermutu (product),
3.
Harga yang kompetitif (price), dan
4. Promosi yang gencar
(promotion).
Dari sudut pandang konsumen :
1.
Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
2.
Biaya konsumen (cost to the
customer),
3.
Kenyamanan (convenience), dan
4.
Komunikasi (comunication).
Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat
disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen
harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan.
Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan
berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat
menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.
Strategi pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha
dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan
keberhasilan strategi pemasaran. Untuk menarik konsumen, wirausaha bisa
merekayasa indikator-indikator yang terdapat dalam bauran pemasaran (marketing
mix), yaitu probe, product, price, place, promotion.
Strategi pemasaran
merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran
merupakan suatu cara cmencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga
didukung oleh pendapat Swastha “Strategi adalah serangkaian rancangan besar
yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai
tujuannya. Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya
pengembangan melalui strategi pemasarannya. Karena pada saat kondisi kritis
justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan
masyarakat.
Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai
berikut :
1. Faktor mikro, yaitu
perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2. Faktor makro, yaitu
demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Strategi pemasaran ini juga dapat dibuat dalam bentuk
daftar yaitu sebagai berikut:
a. Pasar sasaran
b. Penentuan posisi seri
produk
c. Harga sedikit diatas merek
pesaing
d. Saluran distribusi
e. Wiraniaga
f. Pelayanan iklan
g. Promosi penjualan
h. Penelitian dan
pengembangan
i. Penelitian pemasaran
Dalam
membuat strategi, manajer produk perlu membicarakannya dengan bagian pembelian
dan produksi untuk memastikan bahwa mereka dapat membeli cukup bahan baku dan
membuat cukup banyak unit untuk memenuhi sasaran jumlah penjualan. Juga dengan
manajer penjualan untuk mendapatkan dukungan mengenai wiraniaga dan dengan
bagian keuangan untuk memastikan bahwa tersedia cukup dana iklan dan promosi.
B.
STRUKTUR AKTIVA
Aktiva merupakan segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan. Menurut Al Haryono Jusuf
(2001:22) “Aktiva adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang
biasanya dinyatakan dalam satuan uang”. Pada Kebanyakan perusahaan, baik itu
perusahaan jasa ataupun dagang. Aktiva diklasifikasikan menjadi dua kelompok
yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. Aktiva lancar meliputi kas, piutang, dan
persediaan. Aktiva tetap meliputi mesin, bangunan, dan tanah serta aktiva
lain-lain. Pengklasifikasian ini yang kemudian disebut sebagai struktur aktiva.
Struktur
aktiva menggambarkan sebagian jumlah asset yang dapat dijadikan jaminan oleh
perusahaan. Struktur aktiva dapat diukur dengan perimbangan antara aktiva tetap
dengan total aktiva dapat diformulasikan sebagai berikut:
Struktur aktiva =
Kebanyakan perusahaan
industri yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aktiva tetap , akan
mengutamakan pemenuhan modalnya dari modal yang permanen yaitu modal sendiri,
sedangkan hutang bersifat pelengkap. Perusahaan yang semakin besar aktivanya
terdiri dari aktiva lancar akan cenderung mengutamakan pemenuhan kebutuhan dana dengan utang. Hal ini
menunjukkan adanya pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal suatu
perusahaan.
Perencanaan
aktiva meliputi kebutuhan kas selama periode berproduksi dan jenis aktiva tetap
yang diperlukan untuk menunjang kegiatan berproduksi tersebut. Pedoman dalam
menentukan aktiva yang diperlukan untuk kegiatan usaha adalah:
1. Jenis kegiatan utama dari usaha kecil,
2. Jenis produk yang akan diproduksi industri kecil dan
3. Jenis pelayanan keseluruhan dari usaha kecil dan menengah dengan
memperhatikan kegiatan yang akan dilakukan, dapat ditentukan jumlah dan jenis
aktiva lancar dan aktiva tetap yang dibutuhkan untuk memilih metode pengadaan
yang menguntungkan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian ini
dilaksanakan di CV. Salemo Jaya, Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kabupaten
Pangkep. Waktu pelaksanaannya pada tanggal 18 Mei 2013, pada jam 13.00 waktu
setempat.
B. METODE PELAKSANAAN
PENELITIAN
Metode
yang digunakan dalam melaksanakan praktek lapang ini merupakan metode
pengumpulan data yang terdiri dari:
1. Observasi,
yaitu dengan melakukan pengamatan langsung mengenai proses pengolahan kepiting
atau daging rajungan dimulai dari pembelian kepiting dari nelayan sampai pada
proses pengemasan.
2. Studi
kepustakaan dilakukan sebagai usaha untuk memperoleh data yang bersifat teori
sebagai pembanding dengan data penelitian yang diperoleh. Data tersebut dapat
diperoleh melalui literatur baik melalui buku maupun internet, catatan kuliah
serta tulisan lain yang berhubungan dengan penelitian untuk meneliti bagaimana
strategi pemasaran dan struktur aktiva pada CV. Salemo Jaya.
3. Wawancara
langsung dengan pimpinan perusahaan CV. Salemo jaya dan pihak pengawas dari PT
OCS yang berkaitan dengan CV. Salemo jaya.
4. Pencatatan
data yang meliputi keadaan umum dan sarana prasarana pada CV. Salemo Jaya yang
menunjang dalam proses pengolahan kepiting sampai pada proses pengemasan.
C. METODE
PENGUMPULAN DATA DAN PENGUJIAN DATA
Data
dikumpulkan dan diuji berdasarkan pencarian fakta dengan interpretasi secara
sistematis, sesuai dengan tujuan kegiatan yang dilaksanakan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. LOKASI
PERUSAHAAN
CV.
Salemo Jaya terletak di pulau salemo, Desa Mattiro Bombang, Kec. Liukang
Tupabiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dengan
bangunan fisik berupa pabrik dan ruang untuk pengukusan
B. SEJARAH
DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN
CV.
Salemo jaya merupakan perusahaan yang yang bergerak dibidang industri pengolahan
kepiting. CV Salemo Jaya berdiri pada tahun 1993. CV. Salemo jaya telah
memiliki dua cabang yaitu di daerah Bawa Pitu, Desa Ma’rang, kabupaten Pangkep
dan daerah Segeri, Desa Tama’rupa, Kabupaten Pangkep. Awalnya, pemilik
perusahaan hanya membeli kepiting kepada nelayan kemudian menjualnya kembali
kepada masyarakat sekitar. Setelah 2 tahun, beliau memiliki ide untuk
mengelolahnya sendiri dengan modal awal 3 juta dan berutang kepada saudaranya
sebesar 5 juta, dengan karyawan awal 40 orang. Karyawan ini sifatnya tidak
terikat dan merupakan penduduk sekitar pulau salemo. Setelah berkembang,
karyawannya menjadi 130norang dengan jumlah kepiting yang di kelola setiap hari
sekitar 700 kg
Produk
yang dihasilkan saat ini oleh CV. Salemo Jaya hanya berupa daging kepiting atau
rajungan yang dikemas dalam plastik untuk selanjutnya diproses oleh PT. OCS
dengan harga 130.000/kg . Produk lainnya berupa kulit kepiting. Dalam 1 bulan
bisa menghasilkan 3 ton kulit kepiting dengan harga perkilo Rp. 1.000. kulit
kepiting ini di ekspor ke cina kemudian di impor kembali ke Indonesia dalam
bentuk bedak.
C. STRUKTUR
ORGANISASI DAN TENAGA KERJA
Struktur
organisasi dan tenaga kerja pada CV. Salemo Jaya terdiri dari pimpinan, sopir,
pemasak, dan bagian pencatatan atau laporan keuangan CV. Salemo Jaya. Sopir
terdiri dari 1 orang, pemasak terdiri dari 3 orang, serta bagian pencatatan
laporan keuangan terdiri dari 1 orang, karyawan lainnya saat ini berjumlah 130
orang. Karyawan ini bersifat tidak tetap dan tidak terikat oleh CV. Salemo
Jaya.
D. FASILITAS
PRODUKSI
Fasilitas
pendukung produksi pada CV. Salemo jaya terdiri dari ruang pengukusan, ruang
pengupasan, tempat penyimpanan kepiting, dan
peralatan produksi. Dimana fasilitas pendukung produksi tersebut
merupakan aktiva tetap bagi CV. Salemo Jaya.
E. PEMBAHASAN
CV. Salemo Jaya merupakan suatu usaha yang
bergerak dibidang pengolahan kepiting. Usaha ini terletak di Pulau Salemo, Desa
Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Usaha ini hanya mengolah dan memproduksi kepiting. Untuk
proses selanjutnya yaitu pemasaran dan distribusi kepada konsumen dilakukan
oleh PT. OCS. Sehingga CV. Salemo Jaya hanya sampai pada proses pengemasan.
Adapun aktiva tetap yang dimiliki oleh CV. Salemo
Jaya adalah sebagai berikut:
1. Bangunan
Bangunan pada CV. Salemo Jaya ini hanya terdiri dari Pabrik
saja.
2. Ruang
Produksi
Ruangan
ini merupakan ruangan utama yang mendukung berlangsungnnya proses pengolahan
kepiting. Ruangan ini terdiri dari ruang pengukusan, ruang pengupasan dan
pengemasan.
3. Penyimpanan
Penyimpanan yang terdapat di CV. Salemo Jaya terdiri dari penyimpanan bahan
baku karena biasanya dalam sehari kepiting yang telah dikukus tidak habis di
kupas dan penyimpanan kepiting yang telah di kemas.
4. Peralatan
produksi
Peralatan produksi yang ada di CV. Salemo Jaya adalah:
a. Timbangan
Timbangan
yang digunakan adalah jenis timbangan dacin. Dacin adalah alat untuk menimbang
sesuatu berupa tongkat yang diberi skala yang dilengkapi dengan anak timbangan
dan tempat untuk meletakkan barang (yang ditimbang, digantungkan pada tongkat
tersebut) dengan kapasitas 100 kg sebanyak 3 unit. Digunakan untuk menimbang
kepiting yang baru ditangkap oleh nelayan, daging dan cangkang yang telah
disortir.
b. Meja
Meja
sortasi berbentuk persegi panjang dengan ukuran (2×1)m2 sebanyak 3
unit terbuat dari stainless steel dan kapasitas
beban 200 kg.
c. Basket (keranjang)
Basket
(keranjang) berbentuk persegi panjang dengan ukuran (91x53x46)cm3
terbuat dari bahan plastik sebanyak ±50 unit yang memiliki kapasitas 30-60 kg.
d. Panci
Panci
digunakan untuk mengukus kepiting.
e. Plastik
Plastik digunakan sebagai kemasan kepiting.
f.
Peralatan penunjang lainnya
Peralatan
penunjang lainnya seperti baskom, nampan, dan fiber. Baskom digunakan sebagai
wadah penyimpanan daging kepiting setelah dikupas. Nampan berfungsi sebagai
tempat penyimpanan es pendingin daging. Fiber sebanyak ±50 buah
digunakan untuk menyimpan es batu yang telah dihancurkan ataupun bahan baku
sebelum diproduksi.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
Berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan atau dikemukakan. Dapat diberikan saran
sebagai berikut:
1. Sebaiknya,
area sekitar pabrik tetap dijaga kebersihannya dan limbah pabrik sebaiknya
diolah kembali agar tidak mencemari lingkungan sekitarnya terutama laut dan
pesisisr pantai yang ada dibelakang pabrik CV. Salemo Jaya.
2. Selama
proses pengemasan yang dilakukan di CV. Salemo Jaya, Pulau salemo, perlu
memperhatikan kemungkinan adanya benda-benda asing seperti pasir, rambut dan
kebocoran yang bersifat mikroskopis. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap
ketelitian. Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan agar tidak terjadi kerusakan pada wadah pengemasan yaitu :
a. Perlunya
memperhatikan kondisi air pendinginan yang digunakan agar selalu diganti setiap
kali penggunaan dan memperhatikan kebersihan air tersebut.
b. Es
curah yang digunakan juga sebaiknya lebih diperhatikan kualitasnya agar es yang
digunakan tidak mengandung garam sehingga tidak menyebabkan wadah berkarat.
c. Pada
meja pengemasan sebaiknya diberi tambahan lapisan meja yang dapat meminimalisir
terjadinya benturan dan gesekan antara kemasan dengan meja yang sesuai dengan
standar pengolahan pengemasan daging kepiting.
d. Sebaiknya,
wadah yang digunakan untuk menyimpan daging kepiting agar selalu terjaga
kebersihannya.
e.
Setelah melakukan pengukusan sebaiknya
panci yang sudah digunakan dicuci dengan bersih agar tidak berkarat.
3.
Penelitian selanjutnya diharapkan menambah
periode yang lebih panjang lagi dalam melakukan penelitian sehingga dapat
diperoleh gambaran lebih baik dalam jangka panjang.
DAFTAR PUSTAKA
Kusumaningtyas,
Rizka Ayu. 2012. Analisis Pengaruh
Struktur Aktiva, Return On Asset, Size, Arus Kas Operasi, dan Tingkat
Likuiditas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur dibursa Efek
Indonesia 2008-2011. Semarang: UNDIP.
Kotler,
Philip & AB, Susanto. 1996. Manajemen
Pemasaran di Indonesia, Analisis, Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. Jakarta:
Salemba Empat.
Sahade
& Musa, Chalid Imran. 2009. Manajemen
Pemasaran. Makassar: Badan Penerbit UNM.