#jquery-overlay { height: 500px; left: 0; position: absolute; top: 0; width: 100%; z-index: 90; } #jquery-lightbox { left: 0; line-height: 0; position: fixed; text-align: center; top: 7% !important; width: 100%; z-index: 100; } #jquery-lightbox a, #jquery-lightbox a:hover { border: none; } #jquery-lightbox a img { border: none; } #lightbox-container-image-box { background-color: #000; border-radius: 8px 8px 0 0; margin: 0 auto; max-height: 560px; max-width: 960px; position: relative; } #lightbox-container-image { padding: 10px; } img#lightbox-image { max-height: 540px; max-width: 940px; } #lightbox-loading { height: 25%; left: 0; line-height: 0; position: absolute; text-align: center; top: 40%; width: 100%; } #lightbox-nav { height: 100%; left: 0; position: absolute; top: 0; width: 100%; z-index: 10; } #lightbox-container-image-box > #lightbox-nav { left: 0; } #lightbox-nav a { outline: none; } #lightbox-nav-btnPrev, #lightbox-nav-btnNext { display: block; height: 98% !important; width: 49%; } #lightbox-nav-btnPrev { float: left; left: 10%; } #lightbox-nav-btnNext { float: right; right: 10%; } #lightbox-container-image-data-box { background-color: #000; border-radius: 0 0 8px 8px; font: 10px Verdana, Helvetica, sans-serif; line-height: 1.4em; margin: 0 auto; max-width: 940px; overflow: auto; padding: 0 10px; } #lightbox-container-image-data { color: #fff; padding: 0 10px; } #lightbox-container-image-data #lightbox-image-details { float: left; text-align: left; width: 70%; } #lightbox-image-details-caption { font-weight: 700; } #lightbox-image-details-currentNumber { clear: left; display: inline-block; padding-bottom: 1em; } #lightbox-secNav-btnClose { float: right; padding-bottom: .7em; width: 66px; }

Senin, 03 Februari 2014

Laporan penelitian manajemen pemasaran dan manajemen keuangan



LAPORAN PENELITIAN MANAJEMEN PEMASARAN
DAN MANAJEMEN KEUANGAN

 


DISUSUN OLEH:

NURHIKMAH DARMAYANTI
1292042010
PENDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2014








BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Konsep marketing merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha. Baik peluang usaha yang baru dirintis maupun peluang usaha yang telah berkembang sekalipun. Semuanya membutuhkan konsep marketing. Berbicara mengenai konsep marketing, maka sesungguhnya kita sedang membicarakan mengenai strategi pemasaran produk yang akan kita jual.
Hal itu pulalah yang dihadapi oleh usaha kecil ataupun menengah yang saat ini mulai  banyak bermunculan. Merencanakan strategi pemasaran yang tepat untuk menarik minat konsumen pada usaha kecil dan menengah masih sangatlah sulit. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah tentunya dengan fokus pada strategi pemasaran.
Dengan terbatasnya anggaran marketing yang dimiliki usaha kecil, bukan berarti menjadikan usaha kecil kalah dengan usaha skala besar. Untuk itu kita harus lebih kreatif dengan anggaran biaya yang minim untuk menghasilkan strategi pemasaran yang tepat.  Selain itu, kita juga harus mengetahui dan melihat bagaimana perencanaan aktivanya. Perencanaan aktiva meliputi kebutuhan kas selama periode berproduksi dan jenis aktiva tetap yang diperlukan untuk menunjang kegiatan berproduksi tersebut. Pedoman dalam menentukan aktiva yang diperlukan untuk kegiatan usaha adalah: 1) Jenis kegiatan utama dari usaha kecil, 2) Jenis produk yang akan diproduksi industri kecil dan 3) Jenis pelayanan keseluruhan dari usaha kecil.
Dewasa ini, penggerak utama kondisi perekonomian negara adalah dari sektor UMKM. Semakin banyaknya sektor-sektor industri di Indonesia maka semakin menuntut suatu perusahaan untuk lebih memperhatikan kondisi perusahaannya dan tanggap akan perubahan-perubahan yang terjadi diluar sana. CV. Salemo Jaya merupakan salah satu  unit usaha yang bergerak di bidang pengolahan kepiting. Usaha ini didirikan oleh Bapak H. Arsyad sejak tahun 1993. Usaha ini terletak di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kabupaten Pangkep. Dengan adanya usaha ini, dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia, khususnya disekitar Pulau Salemo, mengingat kesadaran penduduk sekitar masih minim akan pentingnya pendidikan. Akan tetapi, pada CV. Salemo Jaya tidak melakukan pemasaran sehingga perusahaan ini tidak memerlukan strategi pemasaran, mereka hanya sampai pada tahap pengemasan. Pemasaran sepenuhnya dilakukan oleh PT. OCS. Untuk itu, kami hanya akan membahas lebih jauh mengenai struktur aktiva CV. Salemo Jaya yang akan di bahas pada selanjutnya.  
B.      RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah bagaimanakah struktur aktiva pada CV. Salemo Jaya?
C.      TUJUAN PENELITIAN
 Tujuan dari pelaksanaan praktek lapang ini adalah untuk menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan mahasiswa dibidang pengolahan hasil kepiting. Sedangkan tujuan khususnya adalah:
1.      Sebagai tugas mata kuliah manajemen pemasaran dan keuangan.
2.      Mengetahui bagaimana proses pengolahan kepiting dan pengemasannya pada CV Salemo Jaya.
3.      Mengetahui strategi pemasaran dan struktur aktiva pada CV. Salemo Jaya.
4.      Menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa dibidang pengolahan, pengemasan khususnya daging kepiting atau rajungan.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.     STRATEGI PEMASARAN
            Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Sedangkan dilihat dari asal usul kata (etymology kata “marketing” berasal dari “market” yang berarti pasar, sehingga dalam kehidupan sehari-hari istilah marketing sering disamakan dengan pemasaran.
            Philip Kotler dalam bukunya “Dasar-Dasar Pemasaran” memberikan definisi pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
            Menurut W. Y. Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial. Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :
  1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
  3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran : Dari sudut pandang penjual :
1.      Tempat yang strategis (place),
2.      Produk yang bermutu (product),
3.      Harga yang kompetitif (price), dan
4.      Promosi yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen :
1.      Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
2.       Biaya konsumen (cost to the customer),
3.      Kenyamanan (convenience), dan
4.      Komunikasi (comunication).
Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.
            Strategi pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran. Untuk menarik konsumen, wirausaha bisa merekayasa indikator-indikator yang terdapat dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu probe, product, price, place, promotion.
Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara cmencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha “Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya. Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat.
Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1.      Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2.      Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
            Strategi pemasaran ini juga dapat dibuat dalam bentuk daftar yaitu sebagai berikut:
a.   Pasar sasaran
b.   Penentuan posisi seri produk
c.    Harga sedikit diatas merek pesaing
d.   Saluran distribusi
e.   Wiraniaga
f.     Pelayanan iklan
g.   Promosi penjualan
h.   Penelitian dan pengembangan
i.     Penelitian pemasaran
Dalam membuat strategi, manajer produk perlu membicarakannya dengan bagian pembelian dan produksi untuk memastikan bahwa mereka dapat membeli cukup bahan baku dan membuat cukup banyak unit untuk memenuhi sasaran jumlah penjualan. Juga dengan manajer penjualan untuk mendapatkan dukungan mengenai wiraniaga dan dengan bagian keuangan untuk memastikan bahwa tersedia cukup dana iklan dan promosi.
B.      STRUKTUR AKTIVA
Aktiva merupakan segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan. Menurut Al Haryono Jusuf (2001:22) “Aktiva adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang biasanya dinyatakan dalam satuan uang”. Pada Kebanyakan perusahaan, baik itu perusahaan jasa ataupun dagang. Aktiva diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. Aktiva lancar meliputi kas, piutang, dan persediaan. Aktiva tetap meliputi mesin, bangunan, dan tanah serta aktiva lain-lain. Pengklasifikasian ini yang kemudian disebut sebagai struktur aktiva.
Struktur aktiva menggambarkan sebagian jumlah asset yang dapat dijadikan jaminan oleh perusahaan. Struktur aktiva dapat diukur dengan perimbangan antara aktiva tetap dengan total aktiva dapat diformulasikan sebagai berikut:
Struktur aktiva =
Kebanyakan perusahaan industri yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aktiva tetap , akan mengutamakan pemenuhan modalnya dari modal yang permanen yaitu modal sendiri, sedangkan hutang bersifat pelengkap. Perusahaan yang semakin besar aktivanya terdiri dari aktiva lancar akan cenderung mengutamakan pemenuhan  kebutuhan dana dengan utang. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal suatu perusahaan.
Perencanaan aktiva meliputi kebutuhan kas selama periode berproduksi dan jenis aktiva tetap yang diperlukan untuk menunjang kegiatan berproduksi tersebut. Pedoman dalam menentukan aktiva yang diperlukan untuk kegiatan usaha adalah:
1.      Jenis kegiatan utama dari usaha kecil,
2.      Jenis produk yang akan diproduksi industri kecil dan
3.      Jenis pelayanan keseluruhan dari usaha kecil dan menengah dengan memperhatikan kegiatan yang akan dilakukan, dapat ditentukan jumlah dan jenis aktiva lancar dan aktiva tetap yang dibutuhkan untuk memilih metode pengadaan yang menguntungkan.







BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.      TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di CV. Salemo Jaya, Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kabupaten Pangkep. Waktu pelaksanaannya pada tanggal 18 Mei 2013, pada jam 13.00 waktu setempat.
B.      METODE PELAKSANAAN PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam melaksanakan praktek lapang ini merupakan metode pengumpulan data yang terdiri dari:
1.      Observasi, yaitu dengan melakukan pengamatan langsung mengenai proses pengolahan kepiting atau daging rajungan dimulai dari pembelian kepiting dari nelayan sampai pada proses pengemasan.
2.      Studi kepustakaan dilakukan sebagai usaha untuk memperoleh data yang bersifat teori sebagai pembanding dengan data penelitian yang diperoleh. Data tersebut dapat diperoleh melalui literatur baik melalui buku maupun internet, catatan kuliah serta tulisan lain yang berhubungan dengan penelitian untuk meneliti bagaimana strategi pemasaran dan struktur aktiva pada CV. Salemo Jaya.
3.      Wawancara langsung dengan pimpinan perusahaan CV. Salemo jaya dan pihak pengawas dari PT OCS yang berkaitan dengan CV. Salemo jaya.
4.      Pencatatan data yang meliputi keadaan umum dan sarana prasarana pada CV. Salemo Jaya yang menunjang dalam proses pengolahan kepiting sampai pada proses pengemasan.
C.      METODE PENGUMPULAN DATA DAN PENGUJIAN DATA
Data dikumpulkan dan diuji berdasarkan pencarian fakta dengan interpretasi secara sistematis, sesuai dengan tujuan kegiatan yang dilaksanakan.




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.      LOKASI PERUSAHAAN
CV. Salemo Jaya terletak di pulau salemo, Desa Mattiro Bombang, Kec. Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dengan bangunan fisik berupa pabrik dan ruang untuk pengukusan
B.      SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN
CV. Salemo jaya merupakan perusahaan yang  yang bergerak dibidang industri pengolahan kepiting. CV Salemo Jaya berdiri pada tahun 1993. CV. Salemo jaya telah memiliki dua cabang yaitu di daerah Bawa Pitu, Desa Ma’rang, kabupaten Pangkep dan daerah Segeri, Desa Tama’rupa, Kabupaten Pangkep. Awalnya, pemilik perusahaan hanya membeli kepiting kepada nelayan kemudian menjualnya kembali kepada masyarakat sekitar. Setelah 2 tahun, beliau memiliki ide untuk mengelolahnya sendiri dengan modal awal 3 juta dan berutang kepada saudaranya sebesar 5 juta, dengan karyawan awal 40 orang. Karyawan ini sifatnya tidak terikat dan merupakan penduduk sekitar pulau salemo. Setelah berkembang, karyawannya menjadi 130norang dengan jumlah kepiting yang di kelola setiap hari sekitar 700 kg
Produk yang dihasilkan saat ini oleh CV. Salemo Jaya hanya berupa daging kepiting atau rajungan yang dikemas dalam plastik untuk selanjutnya diproses oleh PT. OCS dengan harga 130.000/kg . Produk lainnya berupa kulit kepiting. Dalam 1 bulan bisa menghasilkan 3 ton kulit kepiting dengan harga perkilo Rp. 1.000. kulit kepiting ini di ekspor ke cina kemudian di impor kembali ke Indonesia dalam bentuk bedak. 
C.      STRUKTUR ORGANISASI DAN TENAGA KERJA
Struktur organisasi dan tenaga kerja pada CV. Salemo Jaya terdiri dari pimpinan, sopir, pemasak, dan bagian pencatatan atau laporan keuangan CV. Salemo Jaya. Sopir terdiri dari 1 orang, pemasak terdiri dari 3 orang, serta bagian pencatatan laporan keuangan terdiri dari 1 orang, karyawan lainnya saat ini berjumlah 130 orang. Karyawan ini bersifat tidak tetap dan tidak terikat oleh CV. Salemo Jaya.

D.     FASILITAS PRODUKSI
Fasilitas pendukung produksi pada CV. Salemo jaya terdiri dari ruang pengukusan, ruang pengupasan, tempat penyimpanan kepiting, dan  peralatan produksi. Dimana fasilitas pendukung produksi tersebut merupakan aktiva tetap bagi CV. Salemo Jaya.
E.      PEMBAHASAN
CV. Salemo Jaya merupakan suatu usaha yang bergerak dibidang pengolahan kepiting. Usaha ini terletak di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Usaha ini    hanya mengolah dan memproduksi kepiting. Untuk proses selanjutnya yaitu pemasaran dan distribusi kepada konsumen dilakukan oleh PT. OCS. Sehingga CV. Salemo Jaya hanya sampai pada proses pengemasan.
Adapun aktiva tetap yang dimiliki oleh CV. Salemo Jaya adalah sebagai berikut:
1.      Bangunan
Bangunan pada CV. Salemo Jaya ini hanya terdiri dari Pabrik saja.
2.      Ruang Produksi
Ruangan ini merupakan ruangan utama yang mendukung berlangsungnnya proses pengolahan kepiting. Ruangan ini terdiri dari ruang pengukusan, ruang pengupasan dan pengemasan.
3.      Penyimpanan
Penyimpanan yang terdapat di CV. Salemo Jaya terdiri dari penyimpanan bahan baku karena biasanya dalam sehari kepiting yang telah dikukus tidak habis di kupas dan penyimpanan kepiting yang telah di kemas.
4.      Peralatan produksi
Peralatan produksi yang ada di CV. Salemo Jaya adalah:
a.      Timbangan
Timbangan yang digunakan adalah jenis timbangan dacin. Dacin adalah alat untuk menimbang sesuatu berupa tongkat yang diberi skala yang dilengkapi dengan anak timbangan dan tempat untuk meletakkan barang (yang ditimbang, digantungkan pada tongkat tersebut) dengan kapasitas 100 kg sebanyak 3 unit. Digunakan untuk menimbang kepiting yang baru ditangkap oleh nelayan, daging dan cangkang yang telah disortir.
b.      Meja
Meja sortasi berbentuk persegi panjang dengan ukuran (2×1)m2 sebanyak 3 unit terbuat dari stainless steel dan kapasitas beban 200 kg.
c.       Basket (keranjang)
Basket (keranjang) berbentuk persegi panjang dengan ukuran (91x53x46)cm3 terbuat dari bahan plastik sebanyak ±50 unit yang memiliki kapasitas 30-60 kg.
d.      Panci
Panci digunakan untuk mengukus kepiting.
e.      Plastik
Plastik digunakan sebagai kemasan kepiting.
f.        Peralatan penunjang lainnya
Peralatan penunjang lainnya seperti baskom, nampan, dan fiber. Baskom digunakan sebagai wadah penyimpanan daging kepiting setelah dikupas. Nampan berfungsi sebagai tempat penyimpanan es pendingin daging. Fiber sebanyak ±50 buah digunakan untuk menyimpan es batu yang telah dihancurkan ataupun bahan baku sebelum diproduksi.












BAB V
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
B.      SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan atau dikemukakan. Dapat diberikan saran sebagai berikut:
1.      Sebaiknya, area sekitar pabrik tetap dijaga kebersihannya dan limbah pabrik sebaiknya diolah kembali agar tidak mencemari lingkungan sekitarnya terutama laut dan pesisisr pantai yang ada dibelakang pabrik CV. Salemo Jaya.
2.      Selama proses pengemasan yang dilakukan di CV. Salemo Jaya, Pulau salemo, perlu memperhatikan kemungkinan adanya benda-benda asing seperti pasir, rambut dan kebocoran yang bersifat mikroskopis. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap ketelitian. Ada   beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kerusakan pada wadah pengemasan yaitu :
a.      Perlunya memperhatikan kondisi air pendinginan yang digunakan agar selalu diganti setiap kali penggunaan dan memperhatikan kebersihan air tersebut.
b.      Es curah yang digunakan juga sebaiknya lebih diperhatikan kualitasnya agar es yang digunakan tidak mengandung garam sehingga tidak menyebabkan wadah berkarat.
c.       Pada meja pengemasan sebaiknya diberi tambahan lapisan meja yang dapat meminimalisir terjadinya benturan dan gesekan antara kemasan dengan meja yang sesuai dengan standar pengolahan pengemasan daging kepiting.
d.      Sebaiknya, wadah yang digunakan untuk menyimpan daging kepiting agar selalu terjaga kebersihannya.
e.       Setelah melakukan pengukusan sebaiknya panci yang sudah digunakan dicuci dengan bersih agar tidak berkarat.
3.      Penelitian selanjutnya diharapkan menambah periode yang lebih panjang lagi dalam melakukan penelitian sehingga dapat diperoleh gambaran lebih baik dalam jangka panjang.









DAFTAR PUSTAKA
http://www.artikata.com/arti-324172-dacin.html (diakses pada tanggal 19 Mei 2013)
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran. (Diakses pada tanggal 19 Mei 2013)
Kusumaningtyas, Rizka Ayu. 2012. Analisis Pengaruh Struktur Aktiva, Return On Asset, Size, Arus Kas Operasi, dan Tingkat Likuiditas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur dibursa Efek Indonesia 2008-2011. Semarang: UNDIP.
Kotler, Philip & AB, Susanto. 1996. Manajemen Pemasaran di Indonesia, Analisis, Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat.
Sahade & Musa, Chalid Imran. 2009. Manajemen Pemasaran. Makassar: Badan Penerbit UNM.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar