Selasa, 01 April 2014
Karena Aku Berbeda
seperti ada sekat, seperti posisi ibu jari dan telunjuk.. cukup jauh. entah harus mulai dari mana atau mengakhirinya dari mana,
cukup simpel karena aku berbeda, yah mungkin jawabannya hanya itu, tapi tetap saja, aku tau membaca jalan fikiranmu meski berliku teman, tapi aku mampu membacanya. sedikit saja tapi aku paham bahwa kita tlah berada di jalan yang berbeda, seharusnya kamu mengerti karena ku kira kau orang terdekat yang selalu aku banggakan teman,tapi kenyataannya jauuuuh dari apa yang aku bayangkan. aku bagaikan orang asing bagimu, jangankan tersenyum. matamu pun merayapi dinding langit bahkan tertutupi oleh kabut nan pekat. aku salah, salah besar.. dan pada akhirnya aku percaya teman., sepatupun jika ia telah usang dan tua, takaka n pernah dilirik oleh pemiliknya, bahkan ia akan menjadi penghuni setia rak-rak rongsokan, dan ketika yg lainnya hilang, ia akan kembali mencarinya. seperti itukah teman sya dimatamu? seharusnya kamu mengerti jika aku berbeda, seharusnya kamu mengatakan karena perbedaanlah yang menyatukan kita teman.. tapi aku tak pernah mendengar kata itu lagi.. entah kapan kau mengucapkannya lagi? tiba-tiba saja aku merindukannya teman.. kemana saja? bahkan berkali-kali aku roboh ditempatku berdiri tegap, tapi kau hanya memandangku di kejauhan tanpa bertanya ada apa? itukah yang disebut teman? hanya karena aku berbeda, cukup simpel aku dan kau seperti ibu jari dan kelingking kaki ku
(Landak Baru, Kantor KOPMA ''Almamater UNM'' di antara bidadari penghisap darah)
cukup simpel karena aku berbeda, yah mungkin jawabannya hanya itu, tapi tetap saja, aku tau membaca jalan fikiranmu meski berliku teman, tapi aku mampu membacanya. sedikit saja tapi aku paham bahwa kita tlah berada di jalan yang berbeda, seharusnya kamu mengerti karena ku kira kau orang terdekat yang selalu aku banggakan teman,tapi kenyataannya jauuuuh dari apa yang aku bayangkan. aku bagaikan orang asing bagimu, jangankan tersenyum. matamu pun merayapi dinding langit bahkan tertutupi oleh kabut nan pekat. aku salah, salah besar.. dan pada akhirnya aku percaya teman., sepatupun jika ia telah usang dan tua, takaka n pernah dilirik oleh pemiliknya, bahkan ia akan menjadi penghuni setia rak-rak rongsokan, dan ketika yg lainnya hilang, ia akan kembali mencarinya. seperti itukah teman sya dimatamu? seharusnya kamu mengerti jika aku berbeda, seharusnya kamu mengatakan karena perbedaanlah yang menyatukan kita teman.. tapi aku tak pernah mendengar kata itu lagi.. entah kapan kau mengucapkannya lagi? tiba-tiba saja aku merindukannya teman.. kemana saja? bahkan berkali-kali aku roboh ditempatku berdiri tegap, tapi kau hanya memandangku di kejauhan tanpa bertanya ada apa? itukah yang disebut teman? hanya karena aku berbeda, cukup simpel aku dan kau seperti ibu jari dan kelingking kaki ku
(Landak Baru, Kantor KOPMA ''Almamater UNM'' di antara bidadari penghisap darah)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar