Sabtu, 12 April 2014
KESENDIRIAN YANG TERSELIMUTI KEINDAHAN
Kulepas senja yang indah
Hamparan langit keemasan berganti menjadi langit
malam menghitam
Yah, ia hitam tak berwujud tapi selalu saja
mengiringi jejak langkahku.
Entah berapa kali, aku lupa.
Mungkin saja disetiap pertukaran karbon dioksida
dan oksigen.
Dan Kusebut ia kesunyian,
Aku tau, kesunyian ini bagaikan rekaman palsu
Rekaman kecil dari kisah-kisah yang takkan berlalu
bagai camrecorder tanpa tombol pause yang dituju.
Tapi anehnya, aku
terhanyut
Inilah kesunyian,
kesendirian yang terselimuti Keindahan
bahkan aku tak
mampu meninggalkannya walau sesaat hingga nadiku terhenti dipersimpangan waktu.
aku mencoba melangkah menembusnya tapi ada yang senantiasa menggebu, merentak
dan bergolak didada
seperti dawai
alunan gitar menjemput ketenangan lewat rima-rima dan metafora bersajak dalam
kesendirian
atau tukilan
plagiasi yang kuambil dari waktu yang melingkari beribu-ribu hikmah dari kitab-kitab hukum alam
dari pencitraan
kesendirian dan kesunyian yang berwujud kebahagiaan lewat jiwa dan tangan yang
kaku menjembatani tawa yang lepas dalam kesunyian yang tak pernah berujung.
Melugaskan setiap
gerak lidah penerjemahmu.
Yah, inilah
kesunyian yang bersembunyi dibalik ruh-ruh yang terbakar ataukah tenggelam
dalam bumi yang menggamit langit seperti ketika senja menjemput malam
dipersimpangan waktu itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar