*For my Murabbiyah, thanks for all*
Selasa, 08 April 2014
Untuk Murabbi
Senja beranjak, awan yang menawan mulai pergi, menyingkir untuk sesaat kemudian tersenyum. Entahlah, apakah itu benar-benar senyum terakhir yang aku lihat. akh, aspuri seakan kehilangan, aspuri berduka. tak terasa 1 tahun sudah semenjak kepulangannya ke rahmatullah. Ibu sudah lama, apakah kau baik2 saja disana? sekarang jalan kita sudah berbeda, Aku merindukanmu bu, smoga saja Al-fatihah ini sampai padammu. Aspuri juga tlah banyak berubah bu, semenjak kepergianmu aku terasa asing di sana, tidak ada lagi sapaan hangat ataukah sekedar berbagi sepotong kue. hal yang paling tidak pernah ku lupa bu, kau orang pertama yang menghiburku ketika aku sedang putus asa, sedih, bahkan meredam amarahku dengan petuahmu "Sami'na watho'naa".Ibu, mengapa kau tidak bilang jika sebenarnya kakimu sulit untuk melangkah lagi ataukah ragamu di gerogoti kanker? tak pernah sedikitpun kamu mengeluh. kamu tetap semangat mengajari adik-adik, kau benar-benar perempuan luar biasa ibu.
Semenjak kepergianmu, adik-adik mulai bising, tak ada lagi yang menegur ketika mereka ribut, bisa dibilang, kami kewalahan. diamanahi 200 orang santri sementara kami harus membagi tugas antara Kuliah dan amanah di Aspuri, bu kami sangat merindukanmu. Seorang MURABBI yang tak pernah mengenal lelah sedikitpun, semoga saja Allah menempatkanmu di tempat yang terindah. Ibu, maaf aku tidak sempat melihat senyum terakhirmu, aku hanya berharap kelak kita dipertemukan kembali di Jannah-Nya. AMinnnnn
*For my Murabbiyah, thanks for all*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar