Senin, 25 November 2013
Kemarau
Musim kemarau mulai menyambar alam
Dedaunan hijau nan elok memasuki perangkapnya
Tak satu pun yang tersisa
Hanya ranting-ranting kering
kerontang
terdengar merintih meminta belas
kasih
kemarau
……
jangan
hancurkan tubuhku
aku
juga bernilai bagai hembusan nafas manusia
kemarau…
katakan pada TUHAN dan langit
–langit keindahan
kembalikan jiwaku,
agar manusia tak muak denganku
membenciku dengan amarah yang
menghujam batin mereka
kemarau
…
aku
ingin seperti anak cucu adam
kembali bercengkrama dan tertawa
lepas di tanah air ku tempatku jaya
kemarau
kau sungguh kejam
tidakkah engkau perhatikan sbuah
ulaman air mata mengucur deras
dan…
tergores rapi di tubuhku
tahukah
kau ?
sribu
daun tlah gugur bersama kepunahan
kemarau,kau
membuatku patah arang
kini
aku tak lagi bernilai….
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar