#jquery-overlay { height: 500px; left: 0; position: absolute; top: 0; width: 100%; z-index: 90; } #jquery-lightbox { left: 0; line-height: 0; position: fixed; text-align: center; top: 7% !important; width: 100%; z-index: 100; } #jquery-lightbox a, #jquery-lightbox a:hover { border: none; } #jquery-lightbox a img { border: none; } #lightbox-container-image-box { background-color: #000; border-radius: 8px 8px 0 0; margin: 0 auto; max-height: 560px; max-width: 960px; position: relative; } #lightbox-container-image { padding: 10px; } img#lightbox-image { max-height: 540px; max-width: 940px; } #lightbox-loading { height: 25%; left: 0; line-height: 0; position: absolute; text-align: center; top: 40%; width: 100%; } #lightbox-nav { height: 100%; left: 0; position: absolute; top: 0; width: 100%; z-index: 10; } #lightbox-container-image-box > #lightbox-nav { left: 0; } #lightbox-nav a { outline: none; } #lightbox-nav-btnPrev, #lightbox-nav-btnNext { display: block; height: 98% !important; width: 49%; } #lightbox-nav-btnPrev { float: left; left: 10%; } #lightbox-nav-btnNext { float: right; right: 10%; } #lightbox-container-image-data-box { background-color: #000; border-radius: 0 0 8px 8px; font: 10px Verdana, Helvetica, sans-serif; line-height: 1.4em; margin: 0 auto; max-width: 940px; overflow: auto; padding: 0 10px; } #lightbox-container-image-data { color: #fff; padding: 0 10px; } #lightbox-container-image-data #lightbox-image-details { float: left; text-align: left; width: 70%; } #lightbox-image-details-caption { font-weight: 700; } #lightbox-image-details-currentNumber { clear: left; display: inline-block; padding-bottom: 1em; } #lightbox-secNav-btnClose { float: right; padding-bottom: .7em; width: 66px; }

Selasa, 19 November 2013

Menunggu


Tuhan, aku merindukan rembulan itu lagi ketika matahari terbit. Sudah lama  aku tak melihatnya di sini. Aku bahkan lupa bagaimana ketika ia terakhir kali tersenyum padaku. Tapi percuma, aku yang memintanya sendiri untuk tidak di sini. Kadangkala benci menyeruak. Tapi aku merindukannya ketika aku tersesat. Ya, tepatnya sekarang. Aku menemukan perempatan jalan tapi entah yang mana harus kupijak agar aku tidak tersesat lagi. Aku baru menyadari, saat ini tak ada yang akan menuntunku, aku bahkan lupa, telah mengabaikanmu hingga sesal mendalam mengoyak-ngoyak palung hatiku. Lalu, apa yang harus aku lakukan? Peta tematik cintaku pun tak menemukan letak geografis hatimu, akh… Aku tidak ingin kuncup sebelum mekar. Aku bahkan lelah  hidup tanpa tujuan. Tapi bagaimana mungkin? Inikah kehidupanku yg sebenarnya? Tertekan dibawah arus? Bukan. Aku jiwa yang bebas, berkelana mencari bunga edelweiss. Ah dimana bunga itu? Sudah lama sekali aku tak menemukannya, bunga yang menguatkanku ketika aku rapuh dan tersesat.
Sedikit lagi, aku tlah menghirup baunya yang semerbak. Yah bau bunga yang dilambangkan sebagai keabadian. Mungkin beberapa radius lagi aku bias menemukannya. Tapi mengapa? Ia mulai menghilang saat aku hampir menggenggamnya. Jikalau seperti ini, aku akan bertahan . tidak peduli entah sekarang ataukah 1000 tahun lagi. aku akan tetap mencari dan menemukanmu kembali, membuatmu hinggap di ruang rinduku, bahkan jika bisa aku ingin membuatmu tersesat di hatiku agar aku bisa merangkulmu dengan keajaiban-keajaiban yang kuciptakan. Bahkan aku ingin menunggumu kembali dipersimpangan waktu. (y)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar